Keutamaan Menghafal Al-Qur'an
1. Ditinggikan Derajatnya
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
(رواه مسلم)
"Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur'an), dan merendahkan yang lain dengannya."(HR. Muslim)
2. Mendapat Syafaat
Sabda Rasulullah ﷺ:
اقْرَؤوا القُرْآنَ، فإنَّهُ يَأْتِي يَومَ القِيامَةِ شَفِيعًا لأَصْحابِهِ
(رواه مسلم)
"Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada orang yang membacanya."(HR. Muslim)
3. Memberi Kemuliaan bagi Orang Tua
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ القُرْآنَ، وَتَعَلَّمَهُ، وَعَمِلَ بِهِ، أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ القِيَامَةِ، ضَوْؤُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا، لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ، فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عَمِلَ بِهَذَا؟
(رواه أبو داود والحاكم)
"Barangsiapa membaca Al-Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Lalu kedua orang tuanya diberi dua pakaian indah yang tidak ada bandingannya di dunia. Mereka bertanya: 'Mengapa kami dipakaikan ini?' Dijawab: 'Karena anak kalian berpegang dengan Al-Qur'an."
4. Derajat di Surga Sesuai Hafalan
Rasulullah ﷺ bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ القُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْقَ، وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا
(رواه أبو داود والترمذي)
"Dikatakan kepada ahli Al-Qur'an: Bacalah dan naiklah (ke surga), serta tartilkan sebagaimana engkau tartilkan di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu ada pada akhir ayat yang engkau baca."
Allah berfirman:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
(القمر: 17)
"Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk diingat (dihafal), maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (QS. Al-Qamar: 17)
Ayat ini menunjukkan bahwa menghafal Al-Qur'an bukanlah hal yang mustahil, bahkan Allah sendiri yang memudahkan jalan itu.
Teladan Para Sahabat menghabiskan waktunya dengan Al-Qur'an
1. Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu
Beliau berkata:
لَوْ طَهُرَتْ قُلُوبُنَا مَا شَبِعْنَا مِنْ كَلَامِ اللَّهِ
"Seandainya hati kita suci, niscaya kita tidak akan pernah merasa kenyang dari kalam Allah."
Diriwayatkan beliau sering khatam Al-Qur'an dalam satu rakaat shalat malam.
2. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَقْرَأَ القُرْآنَ غَضًّا كَمَا أُنْزِلَ، فَلْيَقْرَأْهُ عَلَى قِرَاءَةِ ابْنِ أُمِّ عَبْدٍ
(رواه أحمد)
"Barangsiapa ingin membaca Al-Qur’an dengan bacaan segar sebagaimana diturunkan, maka bacalah sebagaimana bacaan Ibnu Ummi Abd (Ibnu Mas’ud)."
3. Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu'anhu
Nabi ﷺ bersabda kepadanya:
لَقَدْ أُوتِيتَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ
(رواه البخاري ومسلم)
"Sungguh engkau telah diberi suara yang merdu seperti seruling keluarga Dawud."
4. Abu Darda’ radhiyallahu'anhu
Beliau membagi waktunya menjadi tiga: shalat, mengajarkan ilmu, dan membaca Al-Qur'an.
Menghafal Al-Qur'an adalah jalan kemuliaan di dunia dan di akhirat. Ia adalah amal yang pahalanya terus mengalir, syafaatnya menolong di hari kiamat, dan cahayanya menerangi jalan menuju surga.
Maka, mari kita semangat untuk membaca, menghafalkan, dan mengamalkan Al-Qur'an. Jika tidak mampu sekaligus, mulailah sedikit demi sedikit, karena setiap huruf yang keluar dari lisan kita bernilai pahala.
Rosulullah saw bersabda :
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
(رواه البخاري ومسلم)
"Orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan sulit, maka ia mendapatkan dua pahala."
Semoga Allah menjadikan kita dan keluarga kita sebagai ahli Al-Qur'an, yang dengannya kita dimuliakan di dunia, diberi cahaya di alam kubur, dan diangkat derajatnya di surga-Nya kelak.
0 Komentar